Thursday, May 19, 2005

di suatu malam..........

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

-----------------------------------------------------------------------

"tiiiit.......", hp-ku berbunyi, ehem, ada sms masuk neh, ehem, kubaca, wah dari seorang sahabat lamaku, 'az zahra' nama itu muncul sebagai sender dari sms itu.

"assalamu'alayku ukh, bisakah ukhti malam ini menginap di rumah saya?urgent, ana butuh tausyiah nih.jazakillah khoir ya ukh.wassalam"

isi dari sms az-zahra. singkat......

kumemutar otak sejenak, hem, sepertinya tugas kuliah-ku udah selesai kukerjakan di kantor tadi, hem.... insya alloh tidak masalah klo malam ini aku menginap di rumah az-zahra.

dengan mengenakan pakaian kebesaranku, dan menenteng tas ransel yg berisi baju kantor dan baju kuliah, aku melangkah menyusuri gang-gang sempit di sebuah pemukiman di kawasan kebon sirih. waktu menunjukkan pukul 8 malam, hem, dingin juga udaranya, mungkin karena tadi siang kebon sirih diguyur hujan selama sehari penuh, alhamdulillah tidak banjir, walaupun agak sedikit becek.

setibanya di rumah az-zahra, ku miscall saja hp-nya. tidak lama kemudian, muncul sesosok wajah mungil berbalut kerudung berwarna pink sambil tersenyum menyilakan aku masuk. yah, kangen banget sama si teman-ku yg satu ini, sudah lama tidak ketemu, walaupun sama-sama tinggal di kebon sirih, namun kesibukanku yang teramat padat membuat kami jarang bertemu. setelah berkangen-kangenan, aku pun mencuci kaki dan duduk di ranjang.

"ada apa tho?", sapaku dengan gaya jawa yg kental.
seketika itu, wajahnya berubah menjadi murung.....

"entah, apa yg harus aku katakan, bahagia ataupun sedih.", zahra memulai ceritanya....

"ukhti, antum tau sendiri kan, bagaimana masa2 sekolah ana? bagaimana impian2 ana?", kata zahra

"ehem..... yg mana nih? soal apa dulu? soal rencana pernikahan ukhti?", tanyaku

"anu, seseorang ikhwan yang selama ana sekolah sangat ana kagumi, hormati, dan.............pun sampai detik ini, perasaan itu masih ada. walaupun ana tahu, ana tidak ingin ada penyakit hati, namun selama hampir 4 tahun ini, ana berusaha untuk tidak mengingat2 beliau. ya memang, ana jarang memikirkan beliau. mungkin ya klo pas lebaran saja, ana sekedar mohon maaf lahir bathin, silaturahim saja. beliau..............,", zahra menghentikan kata2nya

"beliau kenapa??", tanyaku tidak sabaran....

"anu, setelah 4 tahun ana sangat berharap, ana yakin suatu saat beliau-lah yg akan datang untuk menggandeng ana untuk bersama-sama menuju pintu Ridlo-Nya, menggenapkan 1/2 dien kami................dan ana mendapatkan jawabannya kemarin. yah.....................", zahra menghela nafas.....

"alhamdulillah, subhanalloh, loh kan....... gimana sih ukht, harusnya ukhti bahagia....... tapi....................", tiba2, aku tersadar, ya alloh....astagfirullah, zahra kan sudah dikhitbah oleh ikhwan yg lain?.........ooo... ini toh ternyata masalahnya.....

"sabar ya ukhti, berat memang rasanya, namun............... klo boleh saya sumbang kata-kata, hem,....... bismillah, mudah2an ini semua bukan hawa nafsu saya yg berbicara. begini ukhtiku yg baik, sangat sulit bagi kita sebagai manusia biasa yang fitrahnya menyukai sesuatu, benar, menikah memang membutuhkan sebuah rasa suka dan sayang, ukhti tidak salah kok. namun, jangan sampai rasa suka ini membutakan hati dan mata kita akan petunjuk2 alloh. terbaik menurut ukhti, belum tentu terbaik menurut alloh. jikalau ukhti menyesalkan mengapa ketika ukhti sudah dikhitbah oleh orang lain, ukhti baru mengetahui bahwa ikhwan yg selama ini ukhti harapkan, juga memiliki perasaan yg sama dengan ukthi, ukhti tidak perlu merasa bersalah dan menyesal. "

"ukhtiku fillah,"
"yakinlah ukh, setiap semua yg terjadi dan apa yg ukhti pilih merupakan yg terbaik untuk ukhti, dan memang sudah ada ijin dari alloh kok. jika saat ini ukhti bimbang, apakah harus mendahulukan hukum atau rasa? ini semua kembali lagi ke diri ukhti. memang benar, khitbah itu belum ada ikatan, masih bisa dibatalkan, namun, jikalau ukhti sudah dikhitbah, haram bagi ikhwan lain untuk mengkhitbah ukhti. "

"ukhti fillah"
"pertimbangkan kembali pilihan ukhti, insya alloh saya yakin 2 ikhwan ini sama-sama bagus, namun, pertimbangkan kembali mana yg positif mengajak ukhti menikah? pertimbangkan juga, jika ukhti membatalkan khitbah ini, bagaimana dampak psikologis di keluarga ukhti dan keluarga ikhwannya? dan juga, afwan, adakah alasan syar'i yg membuat ukhti untuk membatalkan khitbah ini? afwan loh ya, jangan sampai yg bermain disini adalah perasaan ukhti, pikirkan dengan logika dan sandarakan kepada alloh.insya alloh ukhti akan mendapatkan kemantapan hati."

" mungkin ukhti harus kembali lagi sholat istikharah, mohon sama Alloh untuk memberikan yg terbaik, netralkan dulu hati ukhti, hilangkan dari perasaaan suka dan tidak suka, ukhti harus kembali mengacu kepada hukum yg ada.

"memang, tidak mudah melaksanakan ini semua, karena ini menyangkut kelanjutan hidup ukhti nantinya, masa depan ukhti, jangan sampai timbul penyesalan di akhir nantinya. saya ingat, ketika manusia ingin menikah, setan sangat membencinya, dan mulai melancarkan godaan2 untuk menggagalkan semuanya. jangan sampai ini merupakan salah satu godaan2 dari syetan, yang membuat ukhti ragu dan tidak jadi menikah.........naudzubillah...."

"ukhti fillah"
"klo bisa saya sarankan, mulai sekarang putuskan yg menurut ukhti yg terbaik, dengan bantuan alloh loh ya, jangan memakai nafsu. netralkan hati dan pikiran. biarkan petunjuk alloh yg berjalan, pun ketika nanti ukhti sudah siap memilih, ingat, jangan pernah menyesal dengan pilihan yg sudah ukhti pilih. apapun yg ukhti pilih, insya alloh itulah yg terbaik dari alloh buat ukhti, walaupun nantinya tak semanis yg ukhti harapkan. insya alloh suatu saat nanti, ukhti akan menyadari betapa jalan yg ukhti pilih adalah yg sangat terbaik untuk ukhti."

"Alloh tahu apa yang terbaik bagi hamba-hambaNya, apa yang menurut kita baik belum tentu baik pula menurut Alloh dan sebaliknya. Alloh tak akan menyengsarakan hambaNya yang beriman dan Alloh punya beragam cara untuk mengarahkan kebaikan dan keimanan hambanya untuk lebih optimal."

"Tiada yang terjadi di manapun berada secara kebetulan, semuanya bergulir dan terwujud sesui garis ketetapan Alloh Yang Maha Agung."

"Ya Robb, bukan hamba bermaksut menolak takdir Mu, Karena hanya Engkau lah Robb Yang Maha Berkehendak dan hamba adalah hambamu yang lemah, namun karuniakanlah kepada hamba kekuatan untuk mengambil hikmah dari segala yang telah kau tetapkan, Aamiin."

"ukhti fillah"
"Andaikan ini dianggap sebagai nasehat..., sungguh ini layak ditunjukkan pada saya.
Semoga Ukhti dpt mengambil hikmah dari nasehat ini, Aamiin."


-----------------------------------------------------------------------

:. semoga keikhlasan memenuhi hati .:

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Ika Nursila Dewi
[Bismillah, Mudahkanlah Ya Alloh.....]

4 comments:

Anonymous said...

Saya suka baca
TQ

Anonymous said...

Malaysia

firdauskasim@yahoo.com

Anonymous said...

waaaah,,, hiks!hiks! kalimat demi kalimat kubaca sampe terbata-bata.. bagus bangeeet..

Anonymous said...

ukhti,... maaf ikutan nebeng, saya ikhwan yang khitbahnya dibatalkan,.. rasanya sakit banget, setelah 8 tahun berhubungan, dan 5 tahun berjauhan,. setelah punya rizki dan bisa meng-khitbah seterusanya tanggal pernikhan keluar, eh.. gagal,..